Messi Cinta Inggris, Hati di Barca
AFP/LLUIS GENE
Penyerang Barcelona, Lionel Messi.
DALAM sepak bola, segalanya bisa terjadi. Begitu yang sering dikatakan insan sepak bola. Hal itu juga diakui bintang Barcelona, Lionel Messi.
Messi bersama Barcelona akan datang ke Inggris, melawan Chelsea pada leg pertama babak semifinal Liga Champions, Rabu atau Kamis (19/4/2012) dini hari WIB. Inggris merupakan liga yang menggairahkan bagi banyak pemain, karena banyak klub yang menawarkan gaji tinggi. Kompetisinya juga sangat ketat.
Messi mengakui sangat menyukai sepak bola Inggris. Namun, ketika ditanya apakah suatu saat tertarik merasakan Premier League dan pindah ke Inggris, Messi dengan mudah menemukan jawabannya.
Apa jawaban Messi? Berikut wawancara The Sun dengan Pemain Terbaik Dunia itu.
Pernah berpikir pindah ke Inggris?
"Aku tak pernah berpikir keluar dari Barcelona. Hatiku sudah bersama klub ini dan aku tak bisa membayangkan jika suatu hari aku harus meninggalkan klub ini."
Tidakkah mungkin suatu saat nanti pikiranmu berubah?
"Sudah menjadi ketetapan hati dan keinginanku untuk tetap bertahan di sini sejak hari pertama aku datang dan tak ada yang bisa menggodaku berubah pikiran."
Bukankah dalam sepak bola segalanya mungkin terjadi?
"Saya bisa menerima bahwa Anda tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi, ini sudah menjadi keputusanku dan aku akan bahagia jika mengakhiri karier di klub ini."
Messi mengakui dia sangat menyukai sepak bola Inggris. Bahkan, dia masih sering menonton pertandingan Premier League lewat televisi. Namun, kecintaannya pada sepak bola Inggris hanya sebatas cinta seorang penonton.
"Premier League memang sangat menarik dan setiap aku punya waktu maka akan menonton pertandingannya lewat televisi. Ada sesuatu yang membuatku mengagumi sepak bola Inggris."
Apa yang membuatmu menyukai Premier League?
"Liga ini sangat kompetitif dan memiliki kecepatan yang fenomenal. Mereka bermain dengan hati, banyak emosi, semangat, dan determinasi."
Bagaimana tentang suporternya?
"Suporter mereka sangat antusias, bergairah, dan sangat fair. Aku tahu dari pengalamanku bermain melawan klub-klub Inggris. Aku bisa merasakan betapa suporter mereka mengapresiasi sepak bola yang baik dan para bakatnya."
Bagaimana tentang klub-klub Inggris?
"Mereka sangat keras, kuat, dan menonjol dalam hal fisik. Tapi, begitu pertandingan selesai, mereka bersikap ramah, fair, dan sopan meski mengalami kekalahan."
Lalu, kenapa kamu tak pernah berpikir suatu hari nanti bermain di Inggris?
"Aku tak bisa membayangkan suatu saat nanti bermain di Inggris. Sangat berat untuk meninggalkan klubku. Ini (bermain di liga lain) bukan hal yang pernah aku pikirkan atau pertimbangkan."
Musim ini Messi makin tampil luar biasa. Dia sudah mencetak 63 gol di semua kompetisi, menyamai rekor pemain Everton, Dixie Dean, pada musim 1927-28. Bahkan, Messi bisa juga menyamai rekor pemain Ferencvaros, Ferenc Deak, yang mencetak 66 gol dalam satu musim di semua kompetisi pada musim 1972-73.
Namun, prestasi individual seperti itu tak terlalu menjadi pikiran Messi. Menurut peraih tiga gelar Pemain Terbaik Dunia secara berturut-turut itu, kemenangan tim jauh lebih penting.
"Gol hanya akan penting jika membawa kesuksesan tim. Jika gol-gol itu tak membawa kesuksesan tim, maka tak penting lagi. Aku lebih memikirkan mengejar kesuksesan kolektif daripada kesuksesan pribadi. Aku mencetak gol demi gol karena bermain bersama pemain-pemain hebat, benar-benar berbakat. Maka, tanpa mereka, aku tak akan bisa mencetak gol secara reguler seperti sekarang ini."
Kamu tak terlalu berpikir prestasi pribadimu?
"Sejujurnya, aku juga bangga atas prestasi pribadiku dan sukses yang aku dapatkan bersama Barcelona. Tapi, aku tak memikirkannya sepanjang waktu."
Apakah Barcelona akan mudah melangkah ke final dan juara?
"Kalau sudah sampai babak dengan sistem gugur, tak pernah ada pertandingan yang mudah."
Bagaimana dengan pertandingan lawan Chelsea?
"Dalam beberapa segi, Chelsea akan bermain tanpa terbebani berbagai harapan dan tekanan. Sementara setiap orang mengharapkan kami memenangkan pertandingan. Tapi, mereka memiliki pengalaman luas, maka kami akan menghadapi mereka dengan rasa hormat yang tinggi."
Messi bersama Barcelona akan datang ke Inggris, melawan Chelsea pada leg pertama babak semifinal Liga Champions, Rabu atau Kamis (19/4/2012) dini hari WIB. Inggris merupakan liga yang menggairahkan bagi banyak pemain, karena banyak klub yang menawarkan gaji tinggi. Kompetisinya juga sangat ketat.
Messi mengakui sangat menyukai sepak bola Inggris. Namun, ketika ditanya apakah suatu saat tertarik merasakan Premier League dan pindah ke Inggris, Messi dengan mudah menemukan jawabannya.
Apa jawaban Messi? Berikut wawancara The Sun dengan Pemain Terbaik Dunia itu.
Pernah berpikir pindah ke Inggris?
"Aku tak pernah berpikir keluar dari Barcelona. Hatiku sudah bersama klub ini dan aku tak bisa membayangkan jika suatu hari aku harus meninggalkan klub ini."
Tidakkah mungkin suatu saat nanti pikiranmu berubah?
"Sudah menjadi ketetapan hati dan keinginanku untuk tetap bertahan di sini sejak hari pertama aku datang dan tak ada yang bisa menggodaku berubah pikiran."
Bukankah dalam sepak bola segalanya mungkin terjadi?
"Saya bisa menerima bahwa Anda tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi, ini sudah menjadi keputusanku dan aku akan bahagia jika mengakhiri karier di klub ini."
Messi mengakui dia sangat menyukai sepak bola Inggris. Bahkan, dia masih sering menonton pertandingan Premier League lewat televisi. Namun, kecintaannya pada sepak bola Inggris hanya sebatas cinta seorang penonton.
"Premier League memang sangat menarik dan setiap aku punya waktu maka akan menonton pertandingannya lewat televisi. Ada sesuatu yang membuatku mengagumi sepak bola Inggris."
Apa yang membuatmu menyukai Premier League?
"Liga ini sangat kompetitif dan memiliki kecepatan yang fenomenal. Mereka bermain dengan hati, banyak emosi, semangat, dan determinasi."
Bagaimana tentang suporternya?
"Suporter mereka sangat antusias, bergairah, dan sangat fair. Aku tahu dari pengalamanku bermain melawan klub-klub Inggris. Aku bisa merasakan betapa suporter mereka mengapresiasi sepak bola yang baik dan para bakatnya."
Bagaimana tentang klub-klub Inggris?
"Mereka sangat keras, kuat, dan menonjol dalam hal fisik. Tapi, begitu pertandingan selesai, mereka bersikap ramah, fair, dan sopan meski mengalami kekalahan."
Lalu, kenapa kamu tak pernah berpikir suatu hari nanti bermain di Inggris?
"Aku tak bisa membayangkan suatu saat nanti bermain di Inggris. Sangat berat untuk meninggalkan klubku. Ini (bermain di liga lain) bukan hal yang pernah aku pikirkan atau pertimbangkan."
Musim ini Messi makin tampil luar biasa. Dia sudah mencetak 63 gol di semua kompetisi, menyamai rekor pemain Everton, Dixie Dean, pada musim 1927-28. Bahkan, Messi bisa juga menyamai rekor pemain Ferencvaros, Ferenc Deak, yang mencetak 66 gol dalam satu musim di semua kompetisi pada musim 1972-73.
Namun, prestasi individual seperti itu tak terlalu menjadi pikiran Messi. Menurut peraih tiga gelar Pemain Terbaik Dunia secara berturut-turut itu, kemenangan tim jauh lebih penting.
"Gol hanya akan penting jika membawa kesuksesan tim. Jika gol-gol itu tak membawa kesuksesan tim, maka tak penting lagi. Aku lebih memikirkan mengejar kesuksesan kolektif daripada kesuksesan pribadi. Aku mencetak gol demi gol karena bermain bersama pemain-pemain hebat, benar-benar berbakat. Maka, tanpa mereka, aku tak akan bisa mencetak gol secara reguler seperti sekarang ini."
Kamu tak terlalu berpikir prestasi pribadimu?
"Sejujurnya, aku juga bangga atas prestasi pribadiku dan sukses yang aku dapatkan bersama Barcelona. Tapi, aku tak memikirkannya sepanjang waktu."
Apakah Barcelona akan mudah melangkah ke final dan juara?
"Kalau sudah sampai babak dengan sistem gugur, tak pernah ada pertandingan yang mudah."
Bagaimana dengan pertandingan lawan Chelsea?
"Dalam beberapa segi, Chelsea akan bermain tanpa terbebani berbagai harapan dan tekanan. Sementara setiap orang mengharapkan kami memenangkan pertandingan. Tapi, mereka memiliki pengalaman luas, maka kami akan menghadapi mereka dengan rasa hormat yang tinggi."
Aksi menawan Pemain Terbaik Dunia Lionel Messi membantu Barcalona menjuarai Piala Super Spanyol setelah menjinakkan seteru abadinya Real Madrid 3-2 di leg kedua di Stadion Nou Camp, Kamis (18/8) WIB.
Dengan kemenangan 3-2 ini maka Barcelona unggul agregat 5-4 setelah dipertemuan pertama mampu menahan imbang Madrid 2-2 di Santiago Bernabeu.
Madrid mencoba tancap gas begitu pertandingan dimulai. Laga baru berjalan dua menit Cristiano Ronaldo hampir saja membawa Madrid unggul bila tendangannya tidak ditepis oleh Victor Valdes.
Di menit 15, Barcelona berhasil unggul. Mendapat umpan terobosan dari Messi, Andres Iniesta dengan dingin memperdaya Iker Casillas dengan tendangan lob.
Keunggulan Barca tak berlangsung lama. Empat menit kemudian, Madrid mampu menyamakan skor ketika umpan Benzema yang disambar Sergio Ramos mengenai Ronaldo sehingga mengecoh Valdes.
Dengan kemenangan 3-2 ini maka Barcelona unggul agregat 5-4 setelah dipertemuan pertama mampu menahan imbang Madrid 2-2 di Santiago Bernabeu.
Madrid mencoba tancap gas begitu pertandingan dimulai. Laga baru berjalan dua menit Cristiano Ronaldo hampir saja membawa Madrid unggul bila tendangannya tidak ditepis oleh Victor Valdes.
Di menit 15, Barcelona berhasil unggul. Mendapat umpan terobosan dari Messi, Andres Iniesta dengan dingin memperdaya Iker Casillas dengan tendangan lob.
Keunggulan Barca tak berlangsung lama. Empat menit kemudian, Madrid mampu menyamakan skor ketika umpan Benzema yang disambar Sergio Ramos mengenai Ronaldo sehingga mengecoh Valdes.
Dua menit berselang, Barca nyaris kembali memimpin andai Casillas tidak tampil gemilang terbang menghalau tendangan yang dilepaskan oleh Pedro Rodriguez.
Beberapa menit kemudian, giliran Madrid yang mengancam dan hampir unggul saat tendangan keras Ronaldo ditepis Valdes sehingga bola cuma mengenai mistar gawang. Sebuah tendangan Mesut Ozil juga masih mampu dipatahkan Valdes.
Casillas kembali menyelamatkan Madrid pada menit 35. Pemain nasional Spanyol itu sukses menghadang tendangan mendatar Messi yang lolos dari kawalan pemain belakang Madrid.
Tiga menit sebelum turun minum, Barca mampu kembali memimpin saat umpan tumit bek Gerard Pique dengan dingin diselesaikan oleh Messi.
Setelah jeda Madrid mencoba meningkatkan tempo permainan. Bek sayap Marcelo dimasukkan Jose Mourinho sehingga Fabio Coentrao didorong ke lini tengah.
Asyik menyerang gawang Madrid hampir kembali bobol pada menit 66 ketika umpan Iniesta diteruskan Messi dengan tendangan mendatar tapi Casillas masih bisa menghalaunya.
Dua peluang emas Madrid di pertengahan babak kedua terbuang percuma ketika tendangan voli Benzema dan tandukan Sergio Ramos masih melambung dari gawang Valdes.
Untuk mempertajam daya gedor, Mourinho pun memasukkan Kaka. Kehadiran pemain Brasil ini membuat serangan Madrid lebih hidup. Terbukti di menit 82 Madrid mampu menyamakan skor.
Berawal dari tendangan penjuru Kaka yang menciptakan kemelut di mulut gawang Valdes, Benzema mampu menyambar bola umpan sundulan dari Pepe.
Gol ini langsung direspon pelatih Barca Josep Guardiola dengan memberikan kesempatan kepada pemain anyarnya Cesc Fabregas melakukan debut.
Keputusan Guardiola cukup tepat. Berawal dari aksi Fabregas, Barca kembali memimpin di menit 87. Kerja sama segitiga Fabregas, Adriano dan Messi dituntaskan nama terakhir menjadi gol.
Gol kedua Messi membuat frustrasi kubu Madrid. Di masa injury time Marcelo mendapat kartu merah karena melakukan pelanggaran brutal terhadap Fabregas. Kejadian ini memicu keributan antar kedua tim. Ozil dan Villa yang sudah ditarik keluar terpaksa menyusul Marcelo.
Beberapa menit kemudian, giliran Madrid yang mengancam dan hampir unggul saat tendangan keras Ronaldo ditepis Valdes sehingga bola cuma mengenai mistar gawang. Sebuah tendangan Mesut Ozil juga masih mampu dipatahkan Valdes.
Casillas kembali menyelamatkan Madrid pada menit 35. Pemain nasional Spanyol itu sukses menghadang tendangan mendatar Messi yang lolos dari kawalan pemain belakang Madrid.
Tiga menit sebelum turun minum, Barca mampu kembali memimpin saat umpan tumit bek Gerard Pique dengan dingin diselesaikan oleh Messi.
Setelah jeda Madrid mencoba meningkatkan tempo permainan. Bek sayap Marcelo dimasukkan Jose Mourinho sehingga Fabio Coentrao didorong ke lini tengah.
Asyik menyerang gawang Madrid hampir kembali bobol pada menit 66 ketika umpan Iniesta diteruskan Messi dengan tendangan mendatar tapi Casillas masih bisa menghalaunya.
Dua peluang emas Madrid di pertengahan babak kedua terbuang percuma ketika tendangan voli Benzema dan tandukan Sergio Ramos masih melambung dari gawang Valdes.
Untuk mempertajam daya gedor, Mourinho pun memasukkan Kaka. Kehadiran pemain Brasil ini membuat serangan Madrid lebih hidup. Terbukti di menit 82 Madrid mampu menyamakan skor.
Berawal dari tendangan penjuru Kaka yang menciptakan kemelut di mulut gawang Valdes, Benzema mampu menyambar bola umpan sundulan dari Pepe.
Gol ini langsung direspon pelatih Barca Josep Guardiola dengan memberikan kesempatan kepada pemain anyarnya Cesc Fabregas melakukan debut.
Keputusan Guardiola cukup tepat. Berawal dari aksi Fabregas, Barca kembali memimpin di menit 87. Kerja sama segitiga Fabregas, Adriano dan Messi dituntaskan nama terakhir menjadi gol.
Gol kedua Messi membuat frustrasi kubu Madrid. Di masa injury time Marcelo mendapat kartu merah karena melakukan pelanggaran brutal terhadap Fabregas. Kejadian ini memicu keributan antar kedua tim. Ozil dan Villa yang sudah ditarik keluar terpaksa menyusul Marcelo.
Susunan Pemain:
Barcelona: Valdes; Alves, Pique, Mascherano, Abidal; Busquets (Keita 84)', Xavi, Iniesta; Pedro (Fabregas 82'), Villa (Adriano 73'), Messi
Real Madrid: Casillas; Ramos, Pepe, Carvalho, Coentrao; Di Maria (Higuain 63'), Alonso, Khedira (Marcelo 45'); Benzema, Ozil (Kaka 77'), Ronaldo.
Real Madrid: Casillas; Ramos, Pepe, Carvalho, Coentrao; Di Maria (Higuain 63'), Alonso, Khedira (Marcelo 45'); Benzema, Ozil (Kaka 77'), Ronaldo.
Messi: Saya Ingin Pensiun Bersama Barca
Lionel Messi kembali menyatakan komitmennya terhadap Barcelona. Ia menganggap timnya adalah tim terbaik di dunia dan ingin mengakhiri karirnya di sana.
Lionel Messi kembali menyatakan komitmennya terhadap Barcelona. Ia menganggap timnya adalah tim terbaik di dunia dan ingin mengakhiri karirnya di sana.
Pemain Argentina tersebut merasa kemampuannya berkembang sejak bergabung bersama Barcelona. Ia menyatakan bahwa pendidikan di La Masia dan pengawasan Josep Guardiola yang membuatnya menjadi pemain besar seperti sekarang.
"Saya berada di klub terbaik di dunia, tidak ada tim lain yang dapat memenuhi diri saya seperti yang telah dilakukan Barcelona. Saya berharap dapat tinggal di sini sampai mereka merasa capek terhadap saya namun semoga itu takkan pernah terjadi," ujar Messi.
"Pelatih memahami klub ini lebih dari siapa pun. Dia sebelumnya adalah seorang pengambil bola, pemain, dan kini pelatih. Dia sangat pintar tahu apa yang perlu diselesaikan pada segala waktu dan tahu bagaimana menangani setiap pemain."
"Dia juga seorang motivator yang sempurna. Saya merasa sangat nyaman dengan dia."








